Bagian 1***

“Mor, pacar lo tuh!” bisik Afny ditelinga Mora. Rasya tak begitu memperhatikannya. Kadang dia terkesan cuek.

“Kawan, gue pelang duluan ya! Pacar gue udah ngejemput” tukas Mora. Cukup dengan anggukan kepala, Mora mengerti apa yang dimaksud Rasya. Sedangkan Afny sibuk mengomentari Zeon yang belum lama ini menjadi pacar baru Mora.

“Mor, elo kudu,pasti, wajib, salamin gue ama temennya Zeon, siapa aja asal wajahnya cakep kaya Zeon, hi hi hi …” begitulah komentar-komentar Afny setiap kali Zeon menjemput Mora. Dan selalu jawaban Mora “Af, ini yang ke sebelas kalinya elo komentar masalah pacar gue” yang lain malah geleng-geleng kepala sambil cekikikan.

“Dan jawaban gue, temen-temen Zeon gak ada yang wajahnya cakep kaya Zeon…”

“Dan Zeon tetep paling cakep” Rasya dan Vania melanjutkan. Mereka sudah hafal betul kalimat Mora yang satu itu.

Semuanya tertawa terbahak-bahak, yang ditertawakan kali ini ikut tertawa juga.

Zeon yang bosan menunggu di gerbang, kemudian memarkirkan motor sportnya ke dalam sekolahan SMU Bina bangsa. Tidak menunggu lama, Mora langsung naik di belakangnya dan memeluknya erat, sambil tersenyum jahil pada Afny. “Gue duluan ya!”

“Daaaaagghhh!”

Sekilas Zeon menyunggingkan senyumnya, membuat orang lain iri saja.

Tidak lama kemudian mobil jemputan Afny datang, jadi mereka tidak meneruskan menjahili Afny. Berterimakasihlah Afny pada sopirnya, karena hari ini Pak Kardi menjadi pahlawan kebetulan Afny.

Sekarang hanya tinggal Rasya dan Vania yang masih menunggu mood menyuruhnya untuk segera pulang.

“Sya, abis ini lo mau kemana?”

“Lo pengen kemana?” Rasya balik tanya.

“Bakso Sule yuk! Gue laper nih”

“Gue juga laper, tadi siang gak keburu makan”

“Elo yang traktir ya!” tambah Rasya sambil tersenyum kuda.

“RASYAAAAA!!!”

Ini adalah hal yang sering mereka lakukan, makan mie bakso. Selain di kantin mereka sering juga makan di mie baksonya Sule.

Terparkir motornya Denis and the gank, tapi Rasya tak menyadarinya. Barulah, setelah masuk, raya melihat si cowok reseknya itu. Mau balik lagi, ketahuan kaburnya. Terpaksa Rasya meneruskan jalannya. Rasya memilih duduk di pojok paling belakang, supaya nggak kelihatan oleh Denis. Tapi itu adalah kesempatan emas buat Denis. Dengan begitu Denis akan lebih mudah menjahili Rasya.

“Pak Sul, Bakso tambah teh manis dinginnya dua. Biasa”

Rasya memesan porsi bakso seperti biasa. Selera rasa Vania sama Rasya jelas beda banget. Rasya suka pedas dan dengan bakso porsi besar. Sedangkan Vania lebih suka bakso porsi setengah dan nggak suka pedas, dengan alasan takut wajahnya berjerawat dan bodynya gendut kayak Afny, takut kelebihan lemak katanya.

”Ngapain sih Denis disini? Tumben barengan datengnya”

“Tau ah, bikin seset mata gue aja”

Di depan, Denis sengaja ngasih cabe yang banyak ke mangkuknya Rasya. Dia tahu selera Rasya, dia juga tahu porsi bagaimana yang selalu dipesan Rasya.

Pesanannya pun sudah sampai dimana tempat Rasya dan Vania duduk. Dan dugaan Denis tidak salah mengenai selera makan Rasya.

Rasya yang tidak tahu hal itu menambahkan sambal dan cabe ke dalam mangkuknya. “Uhhh Van, perasaan, gue ngambil cabe gak banyak-banyak amat deh, kok panas banget ya?”

“Bukannya lo suka pedes ya Sya?kok enem sendok cabe udah merah gitu muka lo?”

“Sepuluh sendok pun biasanya nggak kepedesan gini”

“Hosh hosh” Wajah Rasya memerah kayak tomat.

“Mana, coba gue cicip”

“Ukhuk ukhuk… pedes banget Sya”

Sambil menghilangkan pedasnya Rasya menambah lagi minuman dinginnya. Dengan berani Rasya melahap mie baksonya.

“Katanya pedes, kok lo makan sih?”

“Tega lo Nis! Kasian tau” ujar Azka salah satu teman Denis.

“Yuk cabut, gue dah kenyang hari ini” cuek Denis sambil beranjak dari tempat duduknya.

“Ini pasti kerjaan Denis, gak salah lagi” Rasya bangkit dari duduknya dan berjalan menuju tempat duduk Denis tadi. Tapi… kosong kemana cowok itu? Pikirnya dalam hati. Setelah membayar makanannya Denis langsung pergi, pulang kali.

“Sialan si Denis udah pergi, awas aja kalau ketemu” Geram Rasya.

“Van cabut yuk!”.

***Bersambung

Posted on 15 Desember 2012, in Novel and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: