Metode Pengajaran ABK

BAB I

PENDAHULUAN

 A.    Latar Belakang

Pendidikan berkebutuhan khusus menganut prinsip-prinsi pedagogi yang sehat yang dapat menguntungkan semua anak. Berbagai kondisi anak dengan segala perbedaannya adalah normal dan oleh karenanya pembelajaran itu harus disesuaikan dengan kebutuhan anak, bukannya anak yang disesuaikan dengan kecepatan dan hakekat proses belajar. Pemebelajaran yang berpusat pada anak akan lebih efektif dan menguntungkan bagi semua pihak, khususnya bagi anak secara keseluruhan.

Di dalam sekolah inklusif, anak yang berkebutuhan khusus seyogyanya menerima segala dukungan tambahan yang mereka butuhkan untuk menjamin efektifnyanpendidikan mereka. Sekolah inklusif ini juga merupakan alat yang paling efektif untuk membangun karakter anak bagi anak yang berkebutuhan khusus, juga akan menumbuhkan solidaritas antara anak berkebutuhan khusus dengan teman-teman sebayanya.

Dalam seting pembelajaran, sekolah mengakomodasi semua anak tanpa memandang kondisi fisik, intelektual, sosial, emosi, ataupun kondisi-kondisi lainnya. Sekolah inklusif seyogyanya memungkinkan semua anak belajar bersama tanda memandang kesulitan ataupun perbedaan yang mungkin ada pada diri mereka.

 B.     Rumusan Masalah

Masalah yang dijadikan pusat pengamatan dalam penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan layanan bimbingan yang dilakukan guru dalam memenuhi kebutuhan anak berkebutuhan khusus. Berdasarkan latar belakang yang diuraikan di atas, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Apa yang dilakukan guru dalam menyusun program bimbingan bagi anak berkebutuhan khusus?
  2. Bagaimana pelaksanaan kurikulum dan bimbingan bagi anak yang berkebutuhan khusus?
  3. Bagaimana metode pengajaran bagi anak berkebutuhan khusus?

 C.    Tujuan

Tujuan utama penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui bagaimana metode pengajaran anak berkebutuhan khusus. Untuk itu, diperlukan gambaran yang mendalam tentang pelaksanaan bimbingan dalam PBM pada anak berkebutuhan khusus. Dengan demikian, tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:

  1. Untuk mengetahui apa yang dilakukan guru dalam menyusun program bimbingan bagi anak berkebutuhan khusus.
  2. Untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan kurikulum dalam bimbingan bagi anak yang berkebutuhan khusus.
  3. Untuk mengetahui bagaimana metode pengajaran bagi anak berkebutuhan khusus.

BAB II

PEMBAHASAN

 A.    Pelaksanaan Kurikulum dalam Bimbingan bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Kurikulum sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan anak bukan sebaliknya. Oleh karena itu sekolah hendaknya memberikan kesempatan kurikuler yang disesuaikan dengan anak yang memiliki bermacam-macam kemampuan dan minat. Anak berkebutuhan khusus akan lebih baik memperoleh pembelajaran tambahan dalam konteks kurikulum reguler, bukan kurikulum yang berbeda. Prinsip yang dijadikan pedoman harus memberikan pendidikan yang sama kepada semua anak, dengan memberikan bantuan dan dukungan tambahan bagi anak yang memerlukannya.

Pendidikan seyogyanya berisi hal-hal yang menimbulkan kesanggupan untuk mencapai standar yang lebih tinggi dan memenuhi kebutuhan individu demi memungkinkannya berpartisipasi secara penuh. Dalam pembangunan pengajaran akan lebih baik jika dihubungkan dengan pengalaman siswa sendiri dan dikaitkan dengan hal-hal yang praktis agar mereka lebih termotivasi. Bagi anak berkebutuhan khusus disediakan dukungan yang berkesinambungan yang berkisar dari bantuan minimal di kelas reguler hingga program pelajaran tambahan di sekolah itu dan bila perlu diperluas dengan penyediaan bantuan dari Guru kelas, assistant, pendamping (sesuai kebutuhan ), dan guru pendukung.

 B.     Program Bimbingan Anak Berkebutuhan Khusus

Untuk menciptakan pembelajaran yang efektif maka sekolah bagi anak berkebutuhan khusus membuat program bimbingan untuk kemajuan pendidikan anak.  Sesuai kebutuhannya maka ada baiknya sekolah mengadakan kegiatan-kegiatan untuk memotivasi anak dalam menambah pengalaman.

  1. Kegiatan Sekolah
    1. Mengorganisasikan, mengarahkan, dan mengevaluasi kegiatan khusus sekolah, yaitu: open house, porseni, special week
    2. Catatan: mengajar library time
    3. Kegiatan Siswa
      1. Field trip 2x dalam 1 semester
      2. Narasumber sesuai dengan kebutuhan dan tema
      3. Assembly 1x dalam seminggu, berdasarkan jadual dan dilakukan secara bergiliran
      4. Hiking  (untuk special need) 1 bulan sekali
      5. Ekskul
      6. Special week 1 kali per semester
      7. Pertandingan di dalam atau ke luar sekolah
      8. Learning Support
      9. Profil Kelas

Satu kelas terdiri dari :

  1. Murid maksimal 25 anak
  2. Guru kelas, assistant, pendamping (sesuai kebutuhan ), dan guru pendukung
  3. Penilaian
    1. Penilaian Afektif (Pemberian respon, sikap, apresiasi, minat)
    2. Kehadiran siswa
    3. Perhatian terhadap guru
    4. Sikap terhadap tugas, teman, orang  tua

 C.    Metode Pengajaran Anak Berkebutuhan Khusus

Dalam mengajar sesuatu pada anak berkebutuhan khusus, adalah penting untuk memilih strategi pengajaran tertentu yang dianggap paling efektif untuk anak tertentu. Pemilihan ini akan tergantung pada gaya belajar dan materi yang diajarkan. Berikut berbagai metode pengajaran yang umumnya digunakan oleh guru anak berkebutuhan khusus.

1. Communication

Siswa dalam belajar tidak akan lepas dari komunikasi baik siswa antar siswa, siswa dengan fasilitas belajar, ataupun dengan guru. Kemampuan komunikasi setiap individu akan mempengaruhi proses dan hasil belajar yang bersangkutan dan membentuk kepribadiannya. Proses ini dapat mencakup keterampilan verbal dan non-verbal, serta berbagai jenis simbol (katr, faco, gambar).

2. Task Analisis

Analisis tugas adalah prosedur dimana tugas-tugas dipecah kedalam rangkaian komponen-komponen langkah atau bagian kecil satu tujuan akhir atau sasaran. Analisis tugas dimaksudkan untuk mendeskripsikan tugas-tugas yang harus dilakukan ke dalam indikator-indikator kompetensi.  Analisis tugas untuk menentukan daftar kompetensi. Berdasarkan analisis tugas-tugas yang harus dilakukan oleh guru di sekolah sebagai tenaga professional, yang pada giliranya ditentukan kompetensi-kompetensi apa yang diperlukan , sehingga dapat pula diketahui apakah seorang siswa telah melakukan tugasnya sesuai dengan kompetensi yang dituntut kepadanya. Kompetensi dasar berfungsi untuk mengarahkan guru dan fasilitator mengenai target yang harus dicapai dalam pembelajaran.

3. Direct Instruction

Intruksi langsung adalah metode pengajaran yang menggunakan pendekatan selangkah-selangkah yang terstruktur dengan cermat, dalam instruksi atau perintah. Metode ini memberikan pengalaman belajar yang positif dengan demikian dapat meningkatkan kepercayaan diri dan motivasi untuk berprestasi. Pelajaran disampaikan dalam bentuk yang mudah dipelajari sehingga anak mencapai keberhasilan pada setiap tahap pembelajaran. Sintaknya adalah orientasi, Prsentasi,  latihan terstruktur, latihan terbimbing, refleksi, latihan mandiri, dan evaluasi.

4. Prompts

Prompt adalah setiap bantuan yang diberikan pada anak untuk menghasilkan respon yang benar. Prompts memberikan anak informasi tambahan atau bantuan untuk menjalankan instruksi.

Adapun jenis prompts adalah sebagai berikut:

a. Verbal Prompts

Bentuk informasi verbal yang memberikan tambahan pada instruksi tugas. Instruksi memberi tahu anak apa yang harus dilakukannya

b. Modelling

Modelling adalah memberi tahu anak apa yang harus dilakukannya atau bagaimana melakukannya dengan mendemonstrasikan tugas.

c. Gestural Prompts

Gestural Prompts adalah bantuan dalam bentuk isyarat dapat mencakup tangan, lengan, muka, atau gerakan tubuh lainnya yang dapat mengkomunikasikan informasi visual special spesifik.

d. Physical Prompts

Physical Prompts adalah melibatkan kontak fisik, physical prompts digunakan hanya bila prompts yang lain tidak memberikan informasi cukup pada anak untuk mengerjakan tugas atau bila anak belum sampai mengembangkan kemampuan fisik yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan tersebut.

e. Peer Tuturial

Peer tutorial adalah dimana seorang siswa yang mampu (pandai) dipasangkan dengan temannya yang mengalami kesulitan/hambatan. Didalam pemasangan seperti ini siswa yang mampu bertindak sebagai tutor (pengajar).

f. Cooperative Learning

Cooperative learning merupakan salah satu cara yang paling efektif dan menyenangkan untuk mengarahkan beberapa siswa dengan berbagai derajat kemampuan untuk bekerja sama dalam menyelesaikan salah satu tugas. Cooperative learning mengembangkan lingkungan yang positif dan mendukung, yang mendorong penghargaan pada diri sendiri, menghargai pendapat orang lain dan menerima perbedaan individu.

BAB III

PENUTUP

 A.    Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan yang telah diuraikan, bahwa kurikulum pembelajarn khusus bagi anak berkebutuhan khusus harus fleksibel dan disesuaikan dengan kebutuhan anak. Untuk menciptakan pembelajaran yang efektif maka sekolah bagi anak berkebutuhan khusus membuat program bimbingan untuk kemajuan pendidikan anak.  Sesuai kebutuhannya maka ada baiknya sekolah mengadakan kegiatan-kegiatan untuk memotivasi anak dalam menambah pengalaman.

Sangat penting dalam memilih strategi dan metode pengajaran dalam mengajar pada anak berkebutuhan khusus. Untuk itu seorang guru harus dapat melilih strategi dan metode pengajaran yang paling efektif untuk anak berkebutuhan khusus.

 B.     Saran

Berdasarkan penjelasan yang telah disampaikan, penulis dapat memberikan saran sebagai berikut:

  1. Agar dapat menerapkan metode pengajaran bagi anak berkebutuhan khusus, maka yang perlu diperhatikan adalah apa yang anak butuhkan.
  2. Metode pengajaran yang disampaikan akan lebih baik jika dalam penerapannya memperhatikan gaya belajar dan materi yang akan diajarkan.

Posted on 17 Oktober 2011, in Tugas Kampus and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.019 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: